Ketika Melati datang kepada kami, dia adalah seorang gadis yang pendiam dan kurus. Dia kecil untuk usianya, mudah kehabisan napas, dan hampir tidak berani bermain dengan anak-anak lain. Para pendamping kami langsung melihat betapa rapuhnya dia.
Bersama dokter, kami membuat rencana sederhana namun penuh kasih: istirahat, rutinitas, makanan bergizi, dan banyak perhatian pribadi.
Dalam minggu-minggu berikutnya, kami melihat dia perlahan berubah. Melati menjadi lebih aktif, ikut bermain, dan menemukan teman-teman baru. Matanya kembali bersinar, kulitnya menjadi lebih sehat, dan dia melompat-lompat dengan riang di halaman.
Hari ini, Melati hampir tidak bisa dikenali dibandingkan dengan gadis yang datang dua bulan lalu. Dia bersinar, bermain, tertawa, dan berjalan dengan penuh percaya diri.
Melati berkembang - dan itu terlihat dari senyumannya.
Rani dibawa ke sini oleh anggota keluarganya. Dia ketakutan, sedih, dan berkata bahwa dia ingin kembali ke kakek dan neneknya, yang telah membesarkannya tetapi sekarang sudah terlalu tua untuk merawatnya.
Dia dalam keadaan kotor, kekurangan gizi, dan tidak punya banyak energi. Kulitnya tampak kusam dan rambutnya terurai kusut di wajahnya. Dia sering duduk diam dan menyendiri, terkurung dalam kesedihannya.
Dengan perawatan penuh kasih, tempat tidur sendiri, pakaian bersih, kebersihan, mandi, makanan bergizi, dan perhatian hangat, Rani perlahan mulai pulih.
Dia mulai berteman dengan anak-anak lain yang bermain dan berbicara dengannya. Kunjungan mingguan dari kakek dan nenek tercintanya memberinya rasa percaya diri dan ketenangan. Saat pertama kali rambutnya dikepang rapi, dia menatap cermin dengan bangga – momen kecil, tapi langkah besar untuk kepercayaan dirinya.
Hari ini, Rani memiliki kulit yang sehat dan berseri, serta senyum yang menghiasi wajahnya. Guru sekolahnya berkata dengan indah: “Rani terlihat baik: sehat dan bahagia.”
Dia berlari, bermain, tertawa, dan bergerak bebas di rumah. Dan ketika kakek dan neneknya datang berkunjung, itu adalah pertemuan kembali yang hangat dan penuh kasih.
Rani telah menemukan rumah di sini – tempat di mana dia bisa tumbuh dengan aman dan menjadi anak-anak.
Ia dibawa oleh beberapa anggota keluarga yang, karena kemiskinan, tidak dapat merawatnya dengan baik dan berpikir bahwa panti asuhan adalah solusi yang baik. Keluarga ingin mencoba cara ini, tetapi jika tidak berhasil, mereka akan membawanya kembali.
Pada awalnya, ia makan hanya sedikit, pendiam dan tertutup. Matanya tampak sayu dan sering menangis, ia terlihat lelah. Dengan makanan bergizi setiap hari, istirahat yang cukup, dan pemeriksaan medis, Ardi perlahan mulai membaik. Ia dengan cepat mulai berinteraksi dengan anak-anak lain dan segera dikelilingi oleh teman-teman.
Dalam beberapa minggu, berat badannya bertambah, kulitnya menjadi lebih cerah, keluhan sakit perutnya berkurang, ia lebih tenang, ikut bermain dan tertawa banyak saat bermain bersama teman-temannya. Sekitar sebulan kemudian, untuk pertama kalinya ia berlari sambil tertawa ke arah pendampingnya.
Pendampingnya berkata:
"Ia telah menemukan tempat dan rumahnya, dan kini ia bahagia kembali."
Sinta cenderung menarik diri. Dia sering berdiri di belakang anak-anak lain dan tetap diam saat bernyanyi atau bermain. Dengan bimbingan yang lembut, dia diizinkan ikut serta ketika dia merasa siap. Tidak ada tekanan, tidak ada terburu-buru. Suatu hari, ketika dia mengangkat tangannya untuk bernyanyi bersama, para pendamping sangat terkejut. Sekarang dia jelas merasa aman dan nyaman di sini.
Sejak saat itu, dia lebih sering tersenyum, bermain dengan anak perempuan lain, dan ikut serta dalam permainan kelompok. Dia masih tetap tenang, tetapi tidak lagi tertutup. Sinta tumbuh dengan kecepatannya sendiri dan sangat mengharukan untuk melihatnya.
Dia selalu menjadi anak laki-laki pendiam yang mengamati dan menyerap segalanya, tetapi jarang berbicara. Gurunya mengira dia tidak mengerti, padahal sebenarnya dia mengerti semuanya—dia hanya tidak berani mengatakannya.
Dengan bimbingan satu lawan satu, dia berlatih bagaimana membagikan ide-idenya. Dengan sangat hati-hati, dia mulai berbisik memberikan jawaban.
Sekarang Reno mengangkat tangan di kelas. Bahkan minggu lalu, dia mempresentasikan hasil kerajinan tangannya sendiri di depan kelompok. Kepercayaan dirinya telah tumbuh, begitu juga hasil belajarnya. Sekarang dia tahu: suaranya dan kehadirannya berarti.
Amstelveenseweg 643
1081 JD Amsterdam
Belanda
+31 20 64 41 094
info@stichtingkids.org
www.stichtingkids.org
Nomor KvK: 97123994
Rabobank: IBAN NL05RABO 0144851229
Sejak 28 April 2025 terdaftar sebagai ANBI. Donasi, sumbangan, termasuk warisan, dapat dikurangkan dari pajak