Sejarah

IMG 8136

Sejarah bersama, masa depan bersama

Sejarah Belanda dan Indonesia telah saling terkait selama berabad-abad. Perdagangan dan pertukaran budaya berjalan beriringan dengan kekuasaan kolonial, eksploitasi ekonomi, kekerasan, dan ketimpangan relasi kuasa. Dampaknya dirasakan dalam berbagai bentuk di beragam periode dan wilayah, serta terus membekas dalam kehidupan keluarga, ingatan, dan persepsi satu sama lain.

Erik in gesprek met de boeren uit de dessa die hun boerderijen in Polder Alabio verloren hebben t.g.v. overstromingen

Bersama-sama, komunitas Belanda, Indo, Indonesia, dan Tionghoa-Indonesia membawa kepedulian, harapan, dan peluang masa depan bagi anak-anak yang membutuhkan. 
(Belanda dan Indonesia terhubung).

Yayasan KiDS in Dire Straits tidak bermaksud menyederhanakan sejarah ini ataupun menggunakannya untuk menciptakan perpecahan baru. Kami mengakui bahwa komunitas Belanda, Indonesia, Indo-Eropa, Maluku, dan Tionghoa-Indonesia masing-masing memiliki pengalaman dan sudut pandang yang khas. Dengan mendengarkan dan memberi ruang bagi beragam suara, sejarah dapat menumbuhkan saling pengertian serta kolaborasi yang penuh pertimbangan. Yayasan kami bermula dari sejarah keluarga pribadi dan ikatan yang telah lama terjalin dengan Indonesia. Latar belakang tersebut memotivasi kami untuk mengambil tanggung jawab di masa kini—bukan dengan upaya memperbaiki masa lalu melalui kegiatan amal, melainkan dengan mendukung kolaborasi yang adil dan berorientasi pada masa depan.

B8d699c6 10f1 4e2b b1ca 00121ef71325
Komunitas Indo-Belanda

Komunitas Indo memiliki beragam riwayat keluarga dengan akar keturunan Eropa, Indonesia, dan Asia lainnya. Dalam masyarakat kolonial, asal-usul, status hukum, pengakuan, kedudukan sosial, dan peluang sangat dipengaruhi oleh peraturan perundang-undangan serta hubungan sosial. Pengalaman yang dialami pun bervariasi bergantung pada periode, lokasi, keluarga, dan kelas sosial.

Sebagian anak-anak berdarah campuran diakui dan tumbuh besar di tengah keluarga atau komunitas. Sementara itu, ada pula yang menghadapi penolakan, perpisahan dengan keluarga, diskriminasi, atau ketidakpastian mengenai identitas mereka. Kisah-kisah ini patut mendapat pengakuan, tanpa perlu memukul rata semua keluarga ataupun mengesampingkan pengalaman kelompok masyarakat lainnya. Banyak keluarga Indo-Belanda menyimpan kenangan tentang masa perang, dekolonisasi, migrasi, dan upaya membangun kehidupan baru di Belanda. Di saat yang sama, terdapat pula kenangan tersendiri di Indonesia mengenai masa pemerintahan kolonial, perjuangan kemerdekaan, kehilangan, dan pembangunan kembali. Kisah-kisah ini tidak perlu saling mempertentangkan satu sama lain; semuanya dapat hidup berdampingan dan turut membangun saling pengertian.

Dari Mengenang Menuju Kolaborasi

KiDS Foundation memilih untuk membangun jembatan yang tidak berpijak pada rasa bersalah atau pembenaran diri, melainkan pada keterhubungan, kerendahan hati, dan tanggung jawab. Kami percaya bahwa orang-orang dari berbagai komunitas dapat bekerja sama menciptakan peluang bagi anak-anak, sembari tetap menempatkan keahlian dan peran aktif mitra Indonesia sebagai inti dari upaya tersebut. Dengan demikian, sejarah tidak sekadar menjadi penjelasan sederhana mengenai masa kini, melainkan sebuah undangan untuk mendengar dengan lebih saksama, berkolaborasi dengan lebih jujur, dan membangun masa depan yang dilandasi rasa saling menghormati.

Berbagi kembali

Bagi sebagian orang, konsep "berbagi kembali" (*giving back*) dapat memiliki makna pribadi: yakni membagikan peluang, pengetahuan, atau sumber daya yang telah mereka terima kepada orang lain. Namun, bagi Stichting KiDS, hal ini tidak dimaknai sebagai pelunasan utang kolektif ataupun sekadar transfer satu arah dari Belanda ke Indonesia. Bagi kami, hal ini berarti berkontribusi bagi kemanusiaan dan menjalin kerja sama yang berorientasi pada masa depan melalui pendidikan, pertukaran pengetahuan, dukungan finansial, pertukaran budaya, serta kemitraan yang didasarkan pada kesetaraan. Dalam proses ini, setiap pihak saling memberi dan menerima—baik itu berupa pengalaman, kepercayaan, wawasan, waktu, keahlian, maupun dukungan praktis.

Pertanyaan dan jawaban singkat

Mengapa kita membicarakan sejarah kolonial?

Hal ini dikarenakan sejarah tersebut masih menjadi bagian dari kisah keluarga, hubungan sosial, serta cara Belanda dan Indonesia memandang satu sama lain. Memahami berbagai perspektif dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan mencegah terulangnya pola-pola lama secara tidak sadar.

Bagaimana pendapat orang lain tentang hal ini?

Tidak. Mensen van nu zijn niet personlijk schuldig aan gebeurtenissen waarbij zij niet betrokken waren. Kami mungkin tidak akan melakukan apa pun untuk melakukan cara yang lebih baik, kami akan bersinar, berkilau, dan sama.

Apa yang dimaksud dengan perdagangan yang sama?

Mitra lokal itu tidak mewakili pelanggan potensial mereka. Zij denken mee over doelen, besluiten, uitvoering and evaluatie. Hun kennis van de kinderen en locale omstandigheden vormt het gangspunt.

Apa yang sebaiknya Anda berikan kembali untuk Stichting KiDS?

Ini pasti akan berdampak buruk pada beton, sama sekali tidak berguna. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi keuangan, kennisdeling, kerja sama, dialog dan berbagai organisasi.

Bersama-sama, komunitas Belanda, Indo, Indonesia, dan Tionghoa-Indonesia membawa kepedulian, harapan, dan peluang masa depan bagi anak-anak yang membutuhkan. (Belanda dan Indonesia terhubung).

Bantu anak yatim dan anak miskin, panti asuhan, keluarga adopsi, dan sekolah-sekolah yang membutuhkan: 

Logo kids in dire straits foundation

Bersama-sama kita membangun masa depan penuh harapan bagi anak-anak yang membutuhkan

Daftar untuk buletin
Kontak

Amstelveenseweg 643
1081 JD Amsterdam
Belanda

+31 20 64 41 094
info@stichtingkids.org
www.stichtingkids.org
Nomor KvK: 97123994
Rabobank: IBAN NL05RABO 0144851229

Scherm­afbeelding 2025 11 15 om 12.11.49

Sejak 28 April 2025 terdaftar sebagai ANBI. Donasi, sumbangan, termasuk warisan, dapat dikurangkan dari pajak