Yayasan KIDS in Dire Straits menghubungkan komunitas Belanda, Indo, Indonesia, dan Tionghoa-Indonesia bersama-sama. Bersama-sama, kami membantu anak-anak yang sedang mengalami kesulitan di Indonesia.
Kami melakukan ini dengan kepedulian, kejujuran, dan kepercayaan. Kami memperlakukan setiap orang dengan hormat dan menepati janji kami. Kami bekerja dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai penting, seperti saling peduli, berlaku adil, dan hidup berdampingan dengan menghormati keyakinan, nilai-nilai Syariah, dan filosofi Pancasila, yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan keadilan sosial.
Kami bekerja bersama masyarakat, bukan di atas mereka. Bersama komunitas lokal, kami memberikan harapan, kekuatan, dan peluang untuk masa depan kepada anak-anak.
Bagi Belanda, ini adalah pernyataan simbolis Giving Back. Dengan dukungan Anda, Anda memberikan sesuatu kembali. Anda turut membantu menciptakan dunia dengan martabat dan harapan bagi generasi berikutnya.
Kami mengenang anak-anak yang terlupakan dari masa kolonial.
“Anak yatim” dengan orang tua yang masih hidup, mereka dijadikan yatim. Lahir tanpa kesalahan, namun terkena dampak ketidakadilan, diam, dan penolakan.
Ibu mereka dipaksa memilih antara bertahan hidup dan menjadi ibu, sering kali berada di bawah tekanan keluarganya sendiri.
Ayah mereka memiliki kekuasaan untuk bertanggung jawab, tetapi memilih pergi dan meninggalkan keluarga informal mereka demi keluarga mereka di Belanda.
Masyarakat di Indonesia berpaling. Anak-anak ini menanggung stigma atas sesuatu yang tidak pernah mereka sebabkan.
Mereka dicap sebagai anak aib, sering kali tanpa identitas, tanpa alamat, tanpa rumah, hidup dalam kemiskinan dan mengandalkan belas kasihan.
Mereka adalah dan tetap anak-anak, layak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan masa depan. Anak-anak Indo atau Indische dari masa lalu ini kini menjadi jembatan bagi anak-anak yang rentan dan membutuhkan di Indonesia saat ini! Mereka bangkit untuk rekan-rekan senasib mereka sekarang dan berharap dapat memberikan rumah dan masa depan bagi mereka.
Yayasan KIDS in Dire Straits berhenti sejenak di tempat ini, bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk mengambil tanggung jawab.
Sebab misi kami berakar pada sejarah ini: bahwa tidak ada satu pun anak yang boleh dianggap tidak diinginkan, tidak ada satu pun anak yang harus membayar harga atas kegagalan orang dewasa, dan bahwa martabat manusia selalu lebih penting daripada kekuasaan, asal-usul, atau keadaan. Dengan mengenang anak-anak ini, kami memecah keheningan masa lalu dan menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Kami berjuang hari ini untuk anak-anak yang terbuang karena keadaan yang berat, dilupakan atau ditinggalkan di Indonesia dan di luar negeri.
Agar apa yang dulu tidak manusiawi, kini membawa keadilan. Dan agar hal ini tidak pernah terjadi lagi.
Titik awal kami sederhana dan berasal langsung dari hati
Yayasan KiDS in Dire Straits berkomitmen untuk membantu anak-anak yatim piatu dan tunawisma yang rentan di Indonesia. Banyak dari anak-anak ini tumbuh dalam keadaan yang sulit dan tidak pasti. Kami memberikan perawatan dan dukungan, berkolaborasi dengan pengasuh mereka dan organisasi mitra lokal, serta berinvestasi dalam pendidikan dan pengembangan. Dengan cara ini, kami membantu anak-anak secara bertahap membangun masa depan yang lebih baik dan penuh harapan.
Kami telah memilih untuk menghubungkan misi kami dengan komunitas Indo. Komunitas Belanda-Indonesia ini berasal dari masa kolonial dan telah membentuk jembatan hidup antara Belanda dan Indonesia selama beberapa generasi. Jejak sejarah bersama ini, yang berlangsung lebih dari 330 tahun, masih terlihat di Indonesia dan dalam kehidupan banyak keluarga dan anak-anak.
Hubungan ini mengingatkan kita pada kebenaran yang sederhana namun penting: anak-anak tidak memiliki kendali atas keadaan di mana mereka dilahirkan, tetapi mereka memiliki hak untuk mendapatkan perawatan, perlindungan, pengakuan, dan masa depan.
Jalan yang kami tempuh adalah jalan perjumpaan, pembelajaran, dan kolaborasi. Kami melakukan ini dengan menyelenggarakan lokakarya dan sesi dialog, pertukaran budaya, dan kolaborasi dengan kaum muda di Indonesia dan dengan mitra di Eropa. Dengan cara ini, kami menyatukan generasi dan budaya serta membangun saling pengertian dan keterlibatan yang berkelanjutan.
Bagi kami, memberi kembali bukan berarti membalas masa lalu, tetapi terlibat dengan masa kini dan masa depan. Itu berarti berinvestasi dalam kemanusiaan. Kami tidak memulihkan masa lalu, tetapi melindungi apa yang rentan dan memelihara apa yang menyimpan masa depan.
Oleh karena itu, kami mengundang semua orang—masyarakat Belanda, Indo, Indonesia, dan Tionghoa-Indonesia, serta komunitas agama Islam dan Kristen di seluruh dunia—untuk bergabung dengan kami dalam mengubah solidaritas ini menjadi kepedulian dan kolaborasi nyata bagi orang-orang rentan yang membutuhkan.
Mereka yang memilih untuk membantu berkontribusi pada masa depan di mana anak-anak yang membutuhkan dilihat, diakui, dan dapat merasakan harapan lagi.
Atas nama dewan,
Erik Reep
Pendiri dan Ketua KiDS in Dire Straits Foundation
Bantu anak yatim dan anak miskin, panti asuhan, keluarga adopsi, dan sekolah yang membutuhkan:
Amstelveenseweg 643
1081 JD Amsterdam
Belanda
+31 20 64 41 094
info@stichtingkids.org
www.stichtingkids.org
Nomor KvK: 97123994
Rabobank: IBAN NL05RABO 0144851229
Sejak 28 April 2025 terdaftar sebagai ANBI. Donasi, sumbangan, termasuk warisan, dapat dikurangkan dari pajak